Sabtu, 26 Agustus 2023

Jejak Kehangatan Sialagundi, Sipirok: Kisah Kenangan dari Praktek Lapangan Persekolahan (PLP)




Jejak Kehangatan Sialagundi, Sipirok: Kisah Kenangan aku selama Praktek Lapangan Persekolahan (PLP). PLP nya memanglah sudah lama. Namun, puing-puing kenangan masih terpancar jelas diingatan. Yuk, disimak yaaa.

 

Pada suatu musim panas yang hangat, aku dan 5 teman mahasiswa tarbiyah lainnya memulai Praktek Lapangan Persekolahan (PLP). Kami ditempatkan di sebuah madrasah tsanawiyah, dimana sekolah yang berada di puncak gunung. Dengan area tersebut, jangan heran kalau lokasinya sangat dingin. Letak geografisnya yang diselimuti gunung-gunung indah walaupun di pinggiran desa. Yup, MTsN 1 Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.  

Walau letak berada di pinggiran desa, namun sekolah tersebut sangatlah bersih dan indah. Dibalut cat yang menyatu dengan alam membuat madrasah ini semakin mempesona, hijau. Walau udara dingin, namun suasananya sangat hangat.

Tujuan utama PLP ini adalah untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam dunia pendidikan, mengamati proses belajar dengan melakukan berbagai observasi, hingga mengajar di lingkungan nyata, serta dapat mendukung dan membantu guru kelas dalam kegiatan sehari-hari selama kurang lebih dua bulan.


 

Hari pertama PLP, perasaan campur aduk dari antusiasme dan kecemasan mengisi pikiranku. Namun, begitu aku tiba di sekolah, suasana ramah dan hangat mulai dari siswa-siswi hingga staf sekolah dan guru membuatku merasa lebih nyaman. Diantar oleh suvervisor dan langsung berkenalan dengan bapak kepala sekolah. Berbincang hangat tentang maksud dan tujuan  bagaimana pengoperasian kedepannya.

 

Alhamdulillah, aku dipamongi oleh Bapak guru Bahasa Arab yang sangat baik sekali. Aku ditempatkan di beberapa kelas VII dan VIII yang dimasuki oleh beliau dengan ceria. Bapak Akhmad Daud, M.Pd. seorang pendidik berpengalaman yang dengan tulus mengajarkan bagaimana menjadi guru yang baik selama proses belajar mengajar khususnya pelajaran Bahasa Arab. Beliau juga dengan senang hati menerima bantuan tambahan seperti memberikan motivasi dan masukan seputar mata pelajaran Bahasa Arab.

Selama minggu pertama, aku mengamati bagaimana proses belajar mengajar dan mengelola kelas dengan baik. Aku belajar tentang strategi pengelolaan waktu, interaksi yang efektif dengan siswa, dan cara menyusun rencana pelajaran yang menarik. Aku juga diajak untuk membantu dalam pembelajaran, mulai dari membimbing siswa dalam mengerjakan tugas hingga berpartisipasi dalam permainan edukatif.

 

Seiring berjalannya waktu, aku diberi tanggung jawab lebih besar. Aku merencanakan dan memberikan beberapa pelajaran kecil di bawah bimbingan Pak Daud. Rasanya campur aduk, gugup karena tanggung jawab baru, namun juga senang melihat bagaimana siswa-siswa mulai tertarik dengan materi yang aku sampaikan. Membuat bahan pembelajaran yang menarik dan dapat diakses oleh siswa ternyata tidak semudah yang kuduga, tapi ini adalah peluang untuk terus belajar dan berkembang. 

Tidak hanya dalam hal akademis, PLP juga membukakan mataku terhadap peran penting emosi dan kesejahteraan siswa. Aku mendampingi mereka dalam tantangan pribadi dan membantu menyelesaikan konflik antar teman sekelas. Mengamati bagaimana guru menghadapi situasi sensitif dan mendukung siswa dalam aspek non-akademis inilah yang membuatku sangat terinspirasi dan semakin cinta dalam dunia pendidikan.

 

Semakin mendekati akhir PLP, aku merasa sedikit sedih karena akan meninggalkan lingkungan yang telah menjadi bagian dari hidupku selama kurang lebih dua bulan. Namun, pengalaman ini telah memberikanku wawasan yang tak ternilai harganya. Aku belajar tentang arti kerja tim di dalam ruang kelas, pengelolaan tantangan, pentingnya fleksibilitas, dan bagaimana mendekati setiap siswa dengan perhatian yang tulus. Serta berbagai pengalaman tukar pikiran dan cerita dengan teman-teman sesama anggota PLP.

 


Walau di tempatkan di pinggiran desa, aku sangat bersyukur sekali. kuyakini, PLP bukanlah akhir dari perjalanan pendidikanku, tetapi merupakan salah satu langkah penting dalam memahami kompleksitas dunia pendidikan. Sambil mengucapkan selamat tinggal kepada guru dan siswa, aku tahu bahwa pengalaman ini akan terus membentuk dan memengaruhi jalan karirku di masa depan.

Pantau terus yaaaa pengalaman seru lainnya, dengan teman-teman sesama anggota PLP hingga siswa-siswi lucu, yang belum aku utarakan di blog ini. Terimakasih sudah mampir. See u on the next chapter!



Minggu, 06 Agustus 2023

Apakah mungkin memulai hubungan dengan kebohongan?




Calon guru? Kumpulllll!

Halooo, sahabat blog! Sudah lama banget kita tidak bertegur sapa. Kali ini, aku merasa perlu mengutarakannya. Aku menyadari hal tersebut dan berharap bisa menyempatkan waktu untuk bertemu lagi. Aku mengerti bahwa keadaan kadang-kadang membuat sulit. Tetapi, Aku ingin memastikan bahwa kita masih bisa menjaga hubungan kita.

Sikap jujur sangatlah penting. Apalagi dalam sebuah hubungan. Tentunya hubungan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah hubungan pendidik dengan peserta didik.

Apakah mungkin seorang guru memulai hubungan dengan kebohongan?

Percaya ataupun enggak percaya, pasti tidak ada alasan yang baik untuk memulai hubungan dengan kebohongan. Apalagi dalam situasi pembelajaran. Kebohongan yang dilakukan dalam hubungan tersebut dapat merusak kepercayaan, memicu ketidakjujuran, dan menimbulkan beragam masalah di kemudian hari.

Membangun hubungan yang sehat dan tulus memerlukan dasar kepercayaan yang kuat. Jika salah satu pihak memulai hubungan dengan kebohongan, maka hal tersebut dapat merusak dasanya dan membuat hubungan tidak stabil.

Selain itu, kebohongan dalam hubungan tersebut seringkali memicu ketidakjujuran. Orang yang memulai hubungan dengan kebohongan seringkali harus terus berbohong untuk menutupi kebohongan awal mereka. Ini dapat mengarah pada sebuah spiral yang tidak sehat dari kebohongan dan ketidakjujuran.

Dalam jangka panjang, kebohongan dalam hubungan dapat menimbulkan banyak masalah, seperti ketidakpercayaan, kecurigaan, perasaan terluka, dan bahkan kegagalan hubungan. Jadi, penting untuk memulai hubungan dengan jujur dan terbuka, dan membangun dasar yang kuat dari kepercayaan.

Kejujuran adalah pilar utama dalam hubungan yang kokoh dan tulus. Berikut ini ada lima panduan singkat tentang bagaimana menghindari kebohongan dalam interaksi guru dengan siswa:

1. Berpikir Sebelum Berbicara: Sebelum mengatakan sesuatu, pertimbangkan dampaknya. Apakah itu benar? Apakah akan menciptakan kebingungan atau ketidakpercayaan siswa?

2. Berbicara dengan Hati-hati: Jika Anda tidak yakin, lebih baik mengatakan bahwa Anda tidak tahu atau membutuhkan waktu untuk memikirkannya daripada memberikan informasi yang salah.

3. Bersikap Terbuka: Jangan takut untuk berbicara tentang perasaan, harapan, atau masalah. Komunikasi terbuka mengurangi risiko terjebak dalam kebohongan.

4. Hormati Privasi: Meskipun jujur penting, setiap individu memiliki ruang pribadi. Tidak perlu memberikan detail yang sangat rinci jika tidak diperlukan.

5. Akui Kesalahan: Jika Anda membuat kesalahan dalam mengajar, akui segera. Ini menunjukkan tanggung jawab dan integritas seorang guru.

Ingatlah bahwa komunikasi yang jujur dan penuh pengertian adalah kuncinya.

Jumat, 23 Desember 2022

Review Drama Korea (초콜릿 ) Chocolate, Wajib Kamu Nonton!

Penulis : Winny Khodijah Lubis

Sumber : Grid.ID

Drama yang berjudul  초콜릿 / Chocolate dibintangi oleh aktris senior Ha Ji Won. Dalam drama bergenre drama, romance, medical ini, Ha Ji Won berperan sebagai Moon Cha Young yang seorang koki. Dan dipasangkan dengan aktor Yoon Kye Sang yang berperan sebagai Lee Kang sebgai dokter ahli bedah saraf. Drama yang ditayangkan pada 29 November 2019 -18 Januari 2020, dan tayang pada hari Jumat dan Sabtu pukul 22:50 lalu, di stasiun TV, JTBC.

Drama yang berjumlah 16 episode ini berkisah dari Lee Kang yang dibesarkan di kota tepi pantai kecil, bermimpi menjadi juru masak. Dia sekarang adalah seorang ahli bedah saraf. Dia terlihat berhati dingin, tetapi, pada kenyataannya, dia menyembunyikan hatinya yang hangat.

Drama yang disutradarai oleh Lee Hyung Min dan naskah yang ditulis oleh penulis  Lee Kyung Min ini menampilkan cerita yang cukup menarik bagi penonton. Karena, dua tokoh utamanya memiliki profesi berbeda, yaitu dokter bedah dan koki.

Kisahnya sendiri bermula ketika Moon Cha Young kecil (Kim Bo Min) sedang berlibur di pedesaan kampung halaman neneknya. Ia tak sengaja mampir ke kedai milik nenek Lee Kang kecil (Oh Ja Hun) di sebuah restoran kecil di kota tepi pantai. Keduanya bertemu dan menjadi dekat. Lee Kang memasak dan memberinya makan. Ini adalah kenangan terindah untuk Moon Cha Young dan akhirnya membawanya menjadi koki.

Sayangnya, mereka harus berpisah karena Lee Kang pindah ke Seoul, sementara Cha Young harus kembali dari berlibur. Lee Kang rupanya adalah cucu dari keluarga dokter kaya raya di Seoul. Lee Kang menjalani kehidupan yang berat lantaran ibunya adalah anak pembantu yang menikah dengan ayahnya, seorang dokter kaya. Lee Kang dan ibunya sering mendapat perlakuan berbeda dari keluarga besar ayahnya. Suatu hari, kejadian nahas menimpa ibu Lee Kang. Ia tertimpa runtuhan gedung mall saat akan membeli cokelat kesukaan anaknya. Selain ibu Lee Kang, ada juga seorang anak kecil yang juga menjadi korban dan terjebak di reruntuhan gedung.

Anak kecil tersebut rupanya adalah Cha Young. Ibu Lee Kang menyelamatkan nyawa Cha Young dengan memintanya memakan cokelat untuk bertahan hidup. Setelah ditinggal ibunya meninggal, Lee Kang tumbuh dewasa menjadi dokter bedah kompeten seusai keinginan neneknya. Sementara Cha Young menjadi seorang koki karena terinspirasi cokelat pemberian ibu Lee Kang yang telah menyelamatkan hidupnya.

Cha Young ingin membuat masakan enak agar bisa membawa kebahagiaan bagi orang yang memakannya. Cha Young sangat menyukai cokelat, berbeda dengan Lee Kang. Baginya, cokelat membawa kenangan buruk kematian ibunya. Suatu hari, mereka kembali bertemu di sebuah rumah sakit. Cha Young (Ha Ji Won) langsung mengenali bahwa pria di hadapannya adalah Lee Kang (Yoon Kye Sang), cinta masa kecilnya.

Sayangnya, Lee Kang tak mengingat Cha Young dan justru membencinya. Mereka pun harus melewati kisah berliku-liku hingga akhirnya bisa kembali mengenal dan mencintai satu sama lain. Penasaran dengan kelanjutan kisah mereka?

Aku pikir akan ada kejaiban sehingga aku hanya berharap dan pasrah. Sekarang aku sadar bahwa keajaiban tak akan datang sesering dan semudah itu. (Kwon Hyun Suk)

5 Fakta Menarik Drama Korea Private Lives!

​Penulis : WINNY KHODIJAH LUBIS 

Hai pecinta drakor. Private Lives merupakan drama Korea  yang telah tayang pada tanggal 7 Oktober 2020 di jaringan JTBC, dan jam tayangnya 21:30 KST di hari Rabu dan Kamis. Drama ini menceritakan tentang seorang penipu yang secara tidak sengaja terlibat dalam urusan pribadi dalam skala nasional dan bersaing dengan perusahaan yang besar. Sebelum menonton dramanya, Yuk kita simak 5 fakta menarik dari drakor Private Lives berikut ini.

1.     1. Cerita yang keren, seru dan menegangkan

Drakor Private Lives ini bergenre romance, comedy dan crime. Kalian yakin kan, kalau banyak penonton yang menyukai 'Private Lives' karena jalan ceritanya?

Ceritanya berawal dari sekelompok orang dewasa yang mencuri dan memalsukan data diri mereka. Mereka bekerja sebagai seorang penipu. Para penipu tersebut mengerahkan semua teknik mereka untuk mengungkap "kehidupan pribadi" sebuah bangsa yang penuh rahasia.

2.     2. Ada banyak plot twist

Drakor yang berasal dari negara Korea Selatan ini berpatokan dengan genre kriminal dengan konsep penipuan. Tentu saja dalam drama ini banyak menampilkan plot twist yang bisa membuat penonton terkecoh. Yup! Sangat seru utuk ditonton karena membuat alur cerita yang sulit untuk ditebak.

3.     3. Chemistry dari Go Gyung Pyo dan Seohyun

Drama ini bercerita Lee Jung Hwan (Go Gyng Pyo) adalah pemimpin tim untuk perusahaan besar.  Dia terlihat seperti karyawan perusahaan biasa, tetapi dia adalah sosok yang misterius. Sementara itu, Cha Joo Eun (Seohyun) adalah seorang penipu, yang berpenampilan manis & lugu.  Dia mendukung dirinya sendiri dengan kejahatannya.

Go Gyung Pyo dan Seohyun disatukan menjadi pemeran utama di drama Korea 'Private Lives'.  Bahkan sebelum drakor 'Private Lives' tayang, Seohyun dan Go Gyung Pyo sudah dijuluki sebagai Pangyo Newlywed oleh para penggemar mereka. Dan julukan itu menjadi awal munculnya rumor yang menyebutkan keduanya benaran pacaran. So, mereka sukses bikin banyak penonton baper karena kemesraan mereka.

4.     4. Proyek comeback Go Kyung Pyo

Go Kyung Pyo pun memutuskan untuk memerankan tokoh Lee Jeong Hwan dalam drama ini, setelah ia selesai dua tahun menjalani wajib militer.

5.     5. Syuting sempat ditunda akibat COVID-19

Drama Korea 'Private Lives' mengalami proses produksi yang terganggu akibat gelombang kedua COVID-19 sangat mengkhawatirkan saat itu. Awalnya, direncanakan tayang pada 16 September 2020 menjadi 7 Oktober 2020.

Rabu, 30 November 2022

Review Drakor True Beauty (여신강림) Yang Diadaptasi Dari Webtoon, Baper dan Seru!


Review Time!

True Beauty pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, pastinya. Siapa lagi yang tak tahu drakor yang satu ini. Drakor yang berjudul 여신강림 dalam bahasa Korea yang diadaptasi dari webtoon True Beauty. Sebagai pecinta webtoon dan drakor seberti aku, pasti sudah khotom dengan ceritanya. 



Rilis pada tanggal 9 Desember 2020 hingga 4 Februari 2021. Drakor ini bergenre Romance, Comedy, dan School. Dengan cerita yang ringan, drakor ini cocok untuk anak sekolahan. Ada 16 episode dan disiarkan pada saluran stasiun tv Korea Selatan, tvN.

Drakor yang disutradarai oleh Kim Sang Hyub dengan penulis naskah Lee Shi Eun membuat drakor ini menjadi perpaduan yang mantap sekali untuk disaksikan dari segala kalangan usia, terkhusus untuk remaja.

Artis Moon Ka Young sebagai pemeran utamanya. Dia dikenal dengan actingnya yang sudah memenangkan berbagai pernghargaan acting di Korea Selatan. Moon Ka Young berperan sebagai Im Joo Kyung, di drakor True beauty ini. Dalam drakor ini, dia dibully karena tampilannya yang buruk dan tak cantik. Namun, dia semangat untuk merubah dirinya menjadi cantik hingga dikenal sebagai cewek tercantik di sekolahnya. Dia berubah menjadi dewi karena keterampilan rias wajahnya, tetapi lebih memilih mati daripada mengungkapkan wajahnya yang telanjang tanpa make-up, kepada siapa pun.

Dengan belajar otodidak melalui YouTube, hal itu membuat dia menjadi seorang yang ahli di bidang make-up. Im Joo Kyung juga membuat konten dan menjadi gadis cantik terkenal setelah menguasai seni make-up dari YouTube tersebut. Dibalik itu, Im Joo Kyung juga menyukasi komik dan sering pergi ke toko buku komik di dekat rumahnya. 

So, ditengah sibunya merias diri, ini juga menceritakan tentang kisah cintanya dengan satu-satunya anak lelaki yang melihatnya tanpa riasan, Lee Su Ho. Lee Su Ho dan Im Joo Kyung sama-sama menyukai buku komik dan tanpa diduga, mereka ternyata satu kelas di sekolah.



Ada banyak aktor dan artis lainnya dalam drakor ini hingga membuat drakor ini susah dilupakan para penikmatnya. Cha Eun Woo sebagai Lee Soo Ho, Hwang In Yeop sebagai Han Seo Joon, Park Yoo Na sebagai Kang Soo Jin, dan lainnya.

"Bagaimana bisa kau menyerah pada hidupmu seperti ini? Sesulit apa hingga kau ingin mati? Kau harus mencoba atasi kesulitan itu." Lee Su Ho

Selasa, 29 November 2022

Review Drakor Shooting Star(별똥별), Happy Ending dan Bikin Baper

PENULIS : WINNY KHODIJAH LUBIS 

Pecinta drama Korea wajib ngumpul!

Zaman sekarang, marathon Drama Korea memang menjadi resep ampuh untuk menghabiskan waktu, bukan? Drama Korea Selatan mampu mengguncang masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Sebanyak apapun episode yang kamu saksikan, waktu habis dan tidak akan terasa.

Kali ini, aku mau review salah satu drama Korea rekomendasi banget. Judulnya Shooting Stars. Pasti kalian sudah tak asing lagi dengan artis Lee Sung-Kyung, bukan? Ada beberapa drakor yang diperankan olehnya yang membuat penonton baper dan susah move on. 

Rilis pada tanggal 22 April 2022. Dalam bahasa Hangul, judul Drama Koera ini yakni 별똥별. Ada 16 Episode dan bergenre Romantis Comedy. Drakor ini tayang di Network dan pada saluran tv Korea Selatan, tvN.

Drama Korea yang berjudul Shooting Stars ini, directornya dipimpin oleh Lee Soo-Hyun dan penulis naskahnya, Choi Young-Woo. 



Drama Korea ini bercerita tentang dunia hiburan dibalik layar dengan karyawan yang bekerja untuk seorang bintang (artis) dan membuat bintang itu selalu bersinar.

Karakter yang diperankan oleh Oh Han-Byeol (Lee Sung-Kyung) adalah pemimpin tim PR dari sebuah perusahaan manajemen terbesar di industri Korea. Karakternya memiliki keterampilan yang sangat baik dalam pidato sedang siaran pers, hingga dia sangat handal dalam bidang manajemen krisis apabila ada artis yang terkena skandal.

Gong Tae-Sung (Kim Young-Dae) yang sedang naik daun, karakternya memainkan peran sebagai seorang aktor terpopuler dari perusahaan manajemen tempat Oh Han-Byeol bekerja. Dia sangat dicintai oleh masyarakat karena citranya, yang baik dan sopan. Namun, ada sisi lain seorang Gong Tae-Sung. Temperamennya yang panas, membuat Gong Tae-Sung memiliki keinginan yang kuat untuk menang.




Sangat sering sekali Oh Han-Byeol dan Gong Tae-Sung bertengkar. Mereka bertengkar hampir dalam segala hal mulai dari hal yang terkecil. Namun, dibalik itu ada hubungan romantis yang timbul diantara mereka, hingga adegan keduanya membuat penonton sangat baper dan drakor ini sangat sayang untuk dilewatkan. Mungkin aku juga bakal re-watch drakor ini. Hehe.

Ada banyak lagi adegan dari aktor dan artis lainnya yang membuat drakor ini menjadi perpaduan yang lucu dan rekomendasi sekali. So, yang belum nonton, buruan!


Sabtu, 19 November 2022

Menyayat Hati, Inilah Cerita Tentang Sahabat-Sahabatku Selama KKL

PENULIS      : WINNY KHODIJAH LUBIS

IG                   : @winnykl

 


Hai hai pecinta sahabat! Aku punya segudang kisah menyentuh hati dan berkesan bersama sahabatku selama KKL. Apakah kalian demikian juga?

Kali ini aku akan bercerita tentang sahabat-sahabatku selama KKL. Karena, di blog sebelumnya aku tidak sempat memperkenalkan sosok sahabat-sahabat luar biasaku ini kepada kalian semua. Sahabat-sahabatku ini merupakan penyemangat yang sedemikian rupa dan punya sebukit kisahnya masing-masing.

Ada secarik pengalaman luar biasa ketika aku bersama mereka. Pastinya pengalaman itu tak terlupakan. Bagiku, cerita ini cukup berkesan hingga membuatku berdebar.

Seraya menikmatinya, apakah teman-teman semua ingin bernostagia bersamaku?

Langsung disimak saja!


KENALAN DULU, YUK!

Ada 13 orang dari kelompok 37 yang ditempatkan di Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Lingkungan 1. Kami yang satu kelompok ini berasal dari fakultas dan jurusan yang berbeda. Kalaupun sama, itu hanya kebetulan saja. Sebenarnya, aku mau buka kartu sahabat-sahabatku. Sebelumnya yeorobun, mianheee!


1.      Wildan Wahidi Situmorang



Biasa dipanggil Wildan. Wildan berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Jurusannya, TBI. Wildanlah yang merupakan sang ketua dari kelompok kami. Wildan merupakan seorang yang memiliki jiwa disiplin yang tinggi. Jika menurut Wildan ada yang salah dari anggotanya perbuat, pasti langsung diberitahukan. Pernah suatu kejadian, ini tak disengaja. Aku dan Desi pergi kesuatu tempat di Barus, tanpa izin dan tak memberitahu terlebih dahulu kepada ketua. Alhasil, kami hampir di eksekusi. Bukan hanya ketua, tapi semuanya. Hahaha. Wildan juga memiliki sifat yang periang dan lucu. Yang paling urgent, dia bagian dari once! Melalui ini aku ingin berterimakasih kepadanya, karena telah sudi kiranya menjaga kami semua dengan tanggung jawab penuh selama di Barus. Bahagia selalu, ketua!

2.      Aditya Pratama Harahap



Bang Adit juga dari Fakultas Trabiyah Dan Ilmu Keguruan, jurusan PAI. Kami semua memanggilnya dengan sebutan Abang. Dimana, Bang Adit inilah yang merupakan satu-satunya senior yang berada di kelompok kami. Bang Adit memiliki sifat yang lucu dan ceria sekali. Parasnya sangat mudah sekali dikenal. Bang Adit suka dengan irama musik dangdut. Bila ditanya siapa penyanyi favoritnya, dengan sigap dia menjawab Elvy Sukaesih dengan judul, Hello. Bang Adit karena lebih tua, dia sering mengajarkanku berbagai ilmu kehidupan. Jangan hanya bernyanyi saja, ingat deadline skripsi menanti ya, Bang Adit! Hehehe.

3.      Akbar Rahmadi Siregar



Berasal dari FEBI dan jurusan Perbankan Syariah. Awalnya, aku kira Akbar pasti pendiam sekali. Seperti sang introvert kebanyakan. Namun siapa sangka, dia sangat berisik. Menurutku, Akbar orangnya rajin tanpa harus di suruh terlebih dahulu. Akan tetapi, karena sudah candu dengan dunia gamenya, dia jadi sering di cap malas. Dibalik itu, Akbar seorang pendengar dan pemberi nasihat yang baik dalam berbincang. Akbar suka musik India. Terkadang, kami menari India bersama. Hahaha. Akbar, cerita lainmu, aman bersamaku!

4.      Nurajiah Harahap



Kami kerap memanggilnya dengan sebutan Jiah. Jiah juga berasal dari Fakultas Trabiyah Dan Ilmu Keguruan, jurusan PAI. Jiah merupakan sekretaris di kelompok kami. Ada yang membuat dia berbeda dari teman-teman yang lain. Yakni, logat bahasanya yang unik apabila dia sedang berkomunikasi dengan keluarga dari kampungnya. Sejauh ini dia dikenal dengan istilah sipaling banyak relasi. Karena bila ditanya soal informasi seseorang, tak menutup kemungkinan dia pasti tahu.

5.      Masnur Tilawah Hasibuan



Masnur juga dari Fakultas Trabiyah Dan Ilmu Keguruan, jurusan PAI. Menurutku, dia orang yang santai tapi pasti. Tak ada yang ditutup dari dirinya. Bila suka pasti diungkapkannya. Begitu juga bila dia tak suka. Masnur orangnya konsisten dan serius. Walaupun banyak tugas, dia tak berhenti berkomunikasi dengan pembimbingnya.

6.  Putri Sri Ayu 



Biasanya sering dipanggil Putri, sering juga dipanggil Ayu. Dia juga dari Fakultas Trabiyah Dan Ilmu Keguruan, jurusan PAI. Karena dua nama panggilannya, hal demikian juga cocok untuk menggambarkan dirinya yang lembut bak seorang putri. Ayu jagonya memasak. Masakan kepiting buatan Ayu sangat lezat! Bila Ayu sudah berbicara dengan Bahasa Jawa, pasti seru sekali mendengarnya. Yang paling diingat, Ayu sering sekali memanggil kami dengan panggilan Boy.

7.      Juliani Sapitri



Biasa kami memanggilnya dengan sebutan Juli. Juli berasal dari Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Jurusan PGMI. Aku suka dengan Juli dan sifatnya.  Dia tak mudah marah dan seorang yang penyabar. Aku juga mudah akrab dengannya. Juli punya semangat yang tinggi, apabila sedang berbincang tentang dunia narasi maupun pendidikan. Aku sangat senang saat bersama Juli. Saat itu, kami berjalan pagi-pagi buta sehabis sholat subuh ke pelabuhan Barus. Sembari berolahraga kecil, kami sangat menikmati udara pagi itu. Sehingga, kami melihat sunrise dan Masha Allah sekali Indahnya. Ada banyak sekali cerita yang kami perbincangkan, kala itu. Juli, tenang. Aku masih ingat janjiku padamu.

8.      Nurhidayatul Hayati



Hidayah, kami memanggilnya. Kata mereka sih agar berkah tiap dipanggil. Dayah dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, jurusan TMM. Dayah sangat pendiam sekali. Namun jika sudah kenal, dia sangat ceria dan ramah sekali. Aku sudah mengenalnya mulai dari kami di ma’had bersama. Dayah identik karena dia sangat suka menonton serial Malaysia.

9.  Yulia Lestari



Yulia berasal dari Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Pengembangan masyarakat Islam. Dari jurusannya, Yulia cocok untuk melanjutkan karir para pendakwah wanita. Diantara semua sahabat KKL, menurut aku Yulia yang paling lucu dan ceria. Seakan, Yulia tak memiliki masalah dalam hidupnya. Kalau Bahasa kerennya, Yulia positive vibes banget. Aku merasa dia pemberi pengaruh yang baik bagi teman-temannya. Logat unik khas Mandailingnya juga membuat Yulia sangat berbeda dari yang lain. Kalua masalah nyanyi, Yulia jagonya!

            10.  Desinta Yolanda Nazmi



Ini dia Desi yang aku bahas diatas. Desi berasal dari FEBI jurusan Ekonomi Syariah. Awal kenal dengannya, aku sempat merasa kalau Desi orangnya pendiam, dan hanya bicara yang penting saja. Dan aku sempat merasa kalau kemungkinan aku tak cocok dengan sifatnya. Namun setelah mengenalnya, Desi sosok yang penuh humor dan berisik sekali. Ada banyak tingkah lucu yang Desi perbuat. Dan tak disangka, Desi memiliki sifat yang sangat usil. Ada kejadian aneh saat itu di malam hari. Di kamar kami para perempuan, yang ala kadarnya. Kalian pasti tahu, kalau udara di daerah pantai pasti sangat panas sekali. Hawanya sangat berbeda dengan Kota kelahiranku Padangsidimpuan, yang dikelilingi banyak bukit dan pegunungan. Siang dan malam, sama saja.

Jadi, malam itu kami yang masih beradaptasi dengan udara disana sangat merasa kewalahan. Tanpa berpikir panjang, Desi langsung mengangkat kipas angin yang lumayan besar milik sang pemilik rumah dan membuatnya keatas muka temah-teman yang telah berbaring. Bukannya membuat udara menjadi dingin, malah masuk angin. Namun aku tahu, Desi melakukan itu pasti ingin sosoknya tak dilupakan. Dan kamu berhasil, Des! Aku tak bisa lupa denganmu, kawan. Aku juga belajar banyak hal melalui pigur seorang Desi. Dibalik sifatnya yang usil, dia seorang yang dewasa sekali. Desi, walau kita sering melakukan kesalahan selama KKL, aku tak pernah menyesal.

11.  Devi Putriani



Devi juga berasal dari Fakultas FEBI jurusan Ekonomi Syariah. Karena sesama marga Lubis, aku mudah akrab dengannya. Kami banyak berbincang mengenai beragam hal, hingga asal marga kami, Lubis. Mungkin bukan hanya karena kami satu suku, namun memang karena kepribadian Devilah yang baik sekali. Seperti arti namanya, Dewa. Aku tak akan pernah lupa, Devi banyak sekali membantuku selama KKL. Sosok Devi sangat berbeda luar dan dalam. Bila diluar Devi tampak seperti seorang yang sombong, namun hatinya lembut sekali. Tak ada dendam dalam dirinya. Devi sangat suka Fotografi. Hasil karyanya sangat bagus. Devi seorang yang multitalenta. Banyak hal yang bisa dia lakukan. Aku senang dengan Devi karena kami sesama pecinta jajanan. 

12. Tjut Putri Hildayanti



    Kami semua memanggilnya dengan sebutan Cut. Aku yakin sekali dengan istilah kalau seorang yang bernama Cut pastilah cantik. Yup! Cut sahabatku yang ini selain berparas cantik, hatinya juga baik. Cut berasal dari Fakultas FASIH jurusan Hukum Ekonomi Syariah. Selain itu, Cut memiliki sikap yang teguh pendirian. Cut tak segan-segannya mengemukakan pendapatnya, apabila dia tak suka. Cut, aku sangat senang ketika kita bermain ombak bersama di pantai Barus, dengan cuaca yang cerah, kala itu.

13.      Winny Khodijah Lubis



Yeahh, It’s me! Anaa!!! Winny dari Fakultas Trabiyah Dan Ilmu Keguruan, jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Tak banyak yang perlu dijelaskan. Kalaupun dijabarkan tentangku, pasti serratus halaman juga tak selesai. Jika ingin tahu lebih lanjut, mari terjun ke blog-blog aku selanjutnya!


        

          Intip Beberapa Photo Bersama Kami




Perkenalan tentang para sahabatku selama KKL mungkin hanya sampai disini saja. Bila dilanjut, pasti tak akan pernah selesai. Aku berterimakasih karena mereka telah memberi pengaruh yang luar biasa kepadaku. Banyak hal yang sangat berharga aku dapatkan. Dengan tulisan ini aku sampaikan bahwa aku besyukur mengenal kalian, sahabatku. Aku minta maaf kepada kalian semua bila ada perbuatanku yang membuat kalian kecewa. Namun bila kecewa, jangan kau benci diriku.



Terkadang, kita merasa lelah dan jengkel dalam pertemanan. Namun, siapa sangka itulah yang membuat persahabatan itu memiliki nilai keindahan yang luar biasa! 





Jejak Kehangatan Sialagundi, Sipirok: Kisah Kenangan dari Praktek Lapangan Persekolahan (PLP)

Jejak Kehangatan Sialagundi, Sipirok: Kisah Kenangan aku selama Praktek Lapangan Persekolahan (PLP). PLP nya memanglah sudah lama. Namun, ...