Rabu, 30 November 2022

Review Drakor True Beauty (여신강림) Yang Diadaptasi Dari Webtoon, Baper dan Seru!


Review Time!

True Beauty pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, pastinya. Siapa lagi yang tak tahu drakor yang satu ini. Drakor yang berjudul 여신강림 dalam bahasa Korea yang diadaptasi dari webtoon True Beauty. Sebagai pecinta webtoon dan drakor seberti aku, pasti sudah khotom dengan ceritanya. 



Rilis pada tanggal 9 Desember 2020 hingga 4 Februari 2021. Drakor ini bergenre Romance, Comedy, dan School. Dengan cerita yang ringan, drakor ini cocok untuk anak sekolahan. Ada 16 episode dan disiarkan pada saluran stasiun tv Korea Selatan, tvN.

Drakor yang disutradarai oleh Kim Sang Hyub dengan penulis naskah Lee Shi Eun membuat drakor ini menjadi perpaduan yang mantap sekali untuk disaksikan dari segala kalangan usia, terkhusus untuk remaja.

Artis Moon Ka Young sebagai pemeran utamanya. Dia dikenal dengan actingnya yang sudah memenangkan berbagai pernghargaan acting di Korea Selatan. Moon Ka Young berperan sebagai Im Joo Kyung, di drakor True beauty ini. Dalam drakor ini, dia dibully karena tampilannya yang buruk dan tak cantik. Namun, dia semangat untuk merubah dirinya menjadi cantik hingga dikenal sebagai cewek tercantik di sekolahnya. Dia berubah menjadi dewi karena keterampilan rias wajahnya, tetapi lebih memilih mati daripada mengungkapkan wajahnya yang telanjang tanpa make-up, kepada siapa pun.

Dengan belajar otodidak melalui YouTube, hal itu membuat dia menjadi seorang yang ahli di bidang make-up. Im Joo Kyung juga membuat konten dan menjadi gadis cantik terkenal setelah menguasai seni make-up dari YouTube tersebut. Dibalik itu, Im Joo Kyung juga menyukasi komik dan sering pergi ke toko buku komik di dekat rumahnya. 

So, ditengah sibunya merias diri, ini juga menceritakan tentang kisah cintanya dengan satu-satunya anak lelaki yang melihatnya tanpa riasan, Lee Su Ho. Lee Su Ho dan Im Joo Kyung sama-sama menyukai buku komik dan tanpa diduga, mereka ternyata satu kelas di sekolah.



Ada banyak aktor dan artis lainnya dalam drakor ini hingga membuat drakor ini susah dilupakan para penikmatnya. Cha Eun Woo sebagai Lee Soo Ho, Hwang In Yeop sebagai Han Seo Joon, Park Yoo Na sebagai Kang Soo Jin, dan lainnya.

"Bagaimana bisa kau menyerah pada hidupmu seperti ini? Sesulit apa hingga kau ingin mati? Kau harus mencoba atasi kesulitan itu." Lee Su Ho

Selasa, 29 November 2022

Review Drakor Shooting Star(별똥별), Happy Ending dan Bikin Baper

PENULIS : WINNY KHODIJAH LUBIS 

Pecinta drama Korea wajib ngumpul!

Zaman sekarang, marathon Drama Korea memang menjadi resep ampuh untuk menghabiskan waktu, bukan? Drama Korea Selatan mampu mengguncang masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Sebanyak apapun episode yang kamu saksikan, waktu habis dan tidak akan terasa.

Kali ini, aku mau review salah satu drama Korea rekomendasi banget. Judulnya Shooting Stars. Pasti kalian sudah tak asing lagi dengan artis Lee Sung-Kyung, bukan? Ada beberapa drakor yang diperankan olehnya yang membuat penonton baper dan susah move on. 

Rilis pada tanggal 22 April 2022. Dalam bahasa Hangul, judul Drama Koera ini yakni 별똥별. Ada 16 Episode dan bergenre Romantis Comedy. Drakor ini tayang di Network dan pada saluran tv Korea Selatan, tvN.

Drama Korea yang berjudul Shooting Stars ini, directornya dipimpin oleh Lee Soo-Hyun dan penulis naskahnya, Choi Young-Woo. 



Drama Korea ini bercerita tentang dunia hiburan dibalik layar dengan karyawan yang bekerja untuk seorang bintang (artis) dan membuat bintang itu selalu bersinar.

Karakter yang diperankan oleh Oh Han-Byeol (Lee Sung-Kyung) adalah pemimpin tim PR dari sebuah perusahaan manajemen terbesar di industri Korea. Karakternya memiliki keterampilan yang sangat baik dalam pidato sedang siaran pers, hingga dia sangat handal dalam bidang manajemen krisis apabila ada artis yang terkena skandal.

Gong Tae-Sung (Kim Young-Dae) yang sedang naik daun, karakternya memainkan peran sebagai seorang aktor terpopuler dari perusahaan manajemen tempat Oh Han-Byeol bekerja. Dia sangat dicintai oleh masyarakat karena citranya, yang baik dan sopan. Namun, ada sisi lain seorang Gong Tae-Sung. Temperamennya yang panas, membuat Gong Tae-Sung memiliki keinginan yang kuat untuk menang.




Sangat sering sekali Oh Han-Byeol dan Gong Tae-Sung bertengkar. Mereka bertengkar hampir dalam segala hal mulai dari hal yang terkecil. Namun, dibalik itu ada hubungan romantis yang timbul diantara mereka, hingga adegan keduanya membuat penonton sangat baper dan drakor ini sangat sayang untuk dilewatkan. Mungkin aku juga bakal re-watch drakor ini. Hehe.

Ada banyak lagi adegan dari aktor dan artis lainnya yang membuat drakor ini menjadi perpaduan yang lucu dan rekomendasi sekali. So, yang belum nonton, buruan!


Sabtu, 19 November 2022

Menyayat Hati, Inilah Cerita Tentang Sahabat-Sahabatku Selama KKL

PENULIS      : WINNY KHODIJAH LUBIS

IG                   : @winnykl

 


Hai hai pecinta sahabat! Aku punya segudang kisah menyentuh hati dan berkesan bersama sahabatku selama KKL. Apakah kalian demikian juga?

Kali ini aku akan bercerita tentang sahabat-sahabatku selama KKL. Karena, di blog sebelumnya aku tidak sempat memperkenalkan sosok sahabat-sahabat luar biasaku ini kepada kalian semua. Sahabat-sahabatku ini merupakan penyemangat yang sedemikian rupa dan punya sebukit kisahnya masing-masing.

Ada secarik pengalaman luar biasa ketika aku bersama mereka. Pastinya pengalaman itu tak terlupakan. Bagiku, cerita ini cukup berkesan hingga membuatku berdebar.

Seraya menikmatinya, apakah teman-teman semua ingin bernostagia bersamaku?

Langsung disimak saja!


KENALAN DULU, YUK!

Ada 13 orang dari kelompok 37 yang ditempatkan di Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Lingkungan 1. Kami yang satu kelompok ini berasal dari fakultas dan jurusan yang berbeda. Kalaupun sama, itu hanya kebetulan saja. Sebenarnya, aku mau buka kartu sahabat-sahabatku. Sebelumnya yeorobun, mianheee!


1.      Wildan Wahidi Situmorang



Biasa dipanggil Wildan. Wildan berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Jurusannya, TBI. Wildanlah yang merupakan sang ketua dari kelompok kami. Wildan merupakan seorang yang memiliki jiwa disiplin yang tinggi. Jika menurut Wildan ada yang salah dari anggotanya perbuat, pasti langsung diberitahukan. Pernah suatu kejadian, ini tak disengaja. Aku dan Desi pergi kesuatu tempat di Barus, tanpa izin dan tak memberitahu terlebih dahulu kepada ketua. Alhasil, kami hampir di eksekusi. Bukan hanya ketua, tapi semuanya. Hahaha. Wildan juga memiliki sifat yang periang dan lucu. Yang paling urgent, dia bagian dari once! Melalui ini aku ingin berterimakasih kepadanya, karena telah sudi kiranya menjaga kami semua dengan tanggung jawab penuh selama di Barus. Bahagia selalu, ketua!

2.      Aditya Pratama Harahap



Bang Adit juga dari Fakultas Trabiyah Dan Ilmu Keguruan, jurusan PAI. Kami semua memanggilnya dengan sebutan Abang. Dimana, Bang Adit inilah yang merupakan satu-satunya senior yang berada di kelompok kami. Bang Adit memiliki sifat yang lucu dan ceria sekali. Parasnya sangat mudah sekali dikenal. Bang Adit suka dengan irama musik dangdut. Bila ditanya siapa penyanyi favoritnya, dengan sigap dia menjawab Elvy Sukaesih dengan judul, Hello. Bang Adit karena lebih tua, dia sering mengajarkanku berbagai ilmu kehidupan. Jangan hanya bernyanyi saja, ingat deadline skripsi menanti ya, Bang Adit! Hehehe.

3.      Akbar Rahmadi Siregar



Berasal dari FEBI dan jurusan Perbankan Syariah. Awalnya, aku kira Akbar pasti pendiam sekali. Seperti sang introvert kebanyakan. Namun siapa sangka, dia sangat berisik. Menurutku, Akbar orangnya rajin tanpa harus di suruh terlebih dahulu. Akan tetapi, karena sudah candu dengan dunia gamenya, dia jadi sering di cap malas. Dibalik itu, Akbar seorang pendengar dan pemberi nasihat yang baik dalam berbincang. Akbar suka musik India. Terkadang, kami menari India bersama. Hahaha. Akbar, cerita lainmu, aman bersamaku!

4.      Nurajiah Harahap



Kami kerap memanggilnya dengan sebutan Jiah. Jiah juga berasal dari Fakultas Trabiyah Dan Ilmu Keguruan, jurusan PAI. Jiah merupakan sekretaris di kelompok kami. Ada yang membuat dia berbeda dari teman-teman yang lain. Yakni, logat bahasanya yang unik apabila dia sedang berkomunikasi dengan keluarga dari kampungnya. Sejauh ini dia dikenal dengan istilah sipaling banyak relasi. Karena bila ditanya soal informasi seseorang, tak menutup kemungkinan dia pasti tahu.

5.      Masnur Tilawah Hasibuan



Masnur juga dari Fakultas Trabiyah Dan Ilmu Keguruan, jurusan PAI. Menurutku, dia orang yang santai tapi pasti. Tak ada yang ditutup dari dirinya. Bila suka pasti diungkapkannya. Begitu juga bila dia tak suka. Masnur orangnya konsisten dan serius. Walaupun banyak tugas, dia tak berhenti berkomunikasi dengan pembimbingnya.

6.  Putri Sri Ayu 



Biasanya sering dipanggil Putri, sering juga dipanggil Ayu. Dia juga dari Fakultas Trabiyah Dan Ilmu Keguruan, jurusan PAI. Karena dua nama panggilannya, hal demikian juga cocok untuk menggambarkan dirinya yang lembut bak seorang putri. Ayu jagonya memasak. Masakan kepiting buatan Ayu sangat lezat! Bila Ayu sudah berbicara dengan Bahasa Jawa, pasti seru sekali mendengarnya. Yang paling diingat, Ayu sering sekali memanggil kami dengan panggilan Boy.

7.      Juliani Sapitri



Biasa kami memanggilnya dengan sebutan Juli. Juli berasal dari Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Jurusan PGMI. Aku suka dengan Juli dan sifatnya.  Dia tak mudah marah dan seorang yang penyabar. Aku juga mudah akrab dengannya. Juli punya semangat yang tinggi, apabila sedang berbincang tentang dunia narasi maupun pendidikan. Aku sangat senang saat bersama Juli. Saat itu, kami berjalan pagi-pagi buta sehabis sholat subuh ke pelabuhan Barus. Sembari berolahraga kecil, kami sangat menikmati udara pagi itu. Sehingga, kami melihat sunrise dan Masha Allah sekali Indahnya. Ada banyak sekali cerita yang kami perbincangkan, kala itu. Juli, tenang. Aku masih ingat janjiku padamu.

8.      Nurhidayatul Hayati



Hidayah, kami memanggilnya. Kata mereka sih agar berkah tiap dipanggil. Dayah dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, jurusan TMM. Dayah sangat pendiam sekali. Namun jika sudah kenal, dia sangat ceria dan ramah sekali. Aku sudah mengenalnya mulai dari kami di ma’had bersama. Dayah identik karena dia sangat suka menonton serial Malaysia.

9.  Yulia Lestari



Yulia berasal dari Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Pengembangan masyarakat Islam. Dari jurusannya, Yulia cocok untuk melanjutkan karir para pendakwah wanita. Diantara semua sahabat KKL, menurut aku Yulia yang paling lucu dan ceria. Seakan, Yulia tak memiliki masalah dalam hidupnya. Kalau Bahasa kerennya, Yulia positive vibes banget. Aku merasa dia pemberi pengaruh yang baik bagi teman-temannya. Logat unik khas Mandailingnya juga membuat Yulia sangat berbeda dari yang lain. Kalua masalah nyanyi, Yulia jagonya!

            10.  Desinta Yolanda Nazmi



Ini dia Desi yang aku bahas diatas. Desi berasal dari FEBI jurusan Ekonomi Syariah. Awal kenal dengannya, aku sempat merasa kalau Desi orangnya pendiam, dan hanya bicara yang penting saja. Dan aku sempat merasa kalau kemungkinan aku tak cocok dengan sifatnya. Namun setelah mengenalnya, Desi sosok yang penuh humor dan berisik sekali. Ada banyak tingkah lucu yang Desi perbuat. Dan tak disangka, Desi memiliki sifat yang sangat usil. Ada kejadian aneh saat itu di malam hari. Di kamar kami para perempuan, yang ala kadarnya. Kalian pasti tahu, kalau udara di daerah pantai pasti sangat panas sekali. Hawanya sangat berbeda dengan Kota kelahiranku Padangsidimpuan, yang dikelilingi banyak bukit dan pegunungan. Siang dan malam, sama saja.

Jadi, malam itu kami yang masih beradaptasi dengan udara disana sangat merasa kewalahan. Tanpa berpikir panjang, Desi langsung mengangkat kipas angin yang lumayan besar milik sang pemilik rumah dan membuatnya keatas muka temah-teman yang telah berbaring. Bukannya membuat udara menjadi dingin, malah masuk angin. Namun aku tahu, Desi melakukan itu pasti ingin sosoknya tak dilupakan. Dan kamu berhasil, Des! Aku tak bisa lupa denganmu, kawan. Aku juga belajar banyak hal melalui pigur seorang Desi. Dibalik sifatnya yang usil, dia seorang yang dewasa sekali. Desi, walau kita sering melakukan kesalahan selama KKL, aku tak pernah menyesal.

11.  Devi Putriani



Devi juga berasal dari Fakultas FEBI jurusan Ekonomi Syariah. Karena sesama marga Lubis, aku mudah akrab dengannya. Kami banyak berbincang mengenai beragam hal, hingga asal marga kami, Lubis. Mungkin bukan hanya karena kami satu suku, namun memang karena kepribadian Devilah yang baik sekali. Seperti arti namanya, Dewa. Aku tak akan pernah lupa, Devi banyak sekali membantuku selama KKL. Sosok Devi sangat berbeda luar dan dalam. Bila diluar Devi tampak seperti seorang yang sombong, namun hatinya lembut sekali. Tak ada dendam dalam dirinya. Devi sangat suka Fotografi. Hasil karyanya sangat bagus. Devi seorang yang multitalenta. Banyak hal yang bisa dia lakukan. Aku senang dengan Devi karena kami sesama pecinta jajanan. 

12. Tjut Putri Hildayanti



    Kami semua memanggilnya dengan sebutan Cut. Aku yakin sekali dengan istilah kalau seorang yang bernama Cut pastilah cantik. Yup! Cut sahabatku yang ini selain berparas cantik, hatinya juga baik. Cut berasal dari Fakultas FASIH jurusan Hukum Ekonomi Syariah. Selain itu, Cut memiliki sikap yang teguh pendirian. Cut tak segan-segannya mengemukakan pendapatnya, apabila dia tak suka. Cut, aku sangat senang ketika kita bermain ombak bersama di pantai Barus, dengan cuaca yang cerah, kala itu.

13.      Winny Khodijah Lubis



Yeahh, It’s me! Anaa!!! Winny dari Fakultas Trabiyah Dan Ilmu Keguruan, jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Tak banyak yang perlu dijelaskan. Kalaupun dijabarkan tentangku, pasti serratus halaman juga tak selesai. Jika ingin tahu lebih lanjut, mari terjun ke blog-blog aku selanjutnya!


        

          Intip Beberapa Photo Bersama Kami




Perkenalan tentang para sahabatku selama KKL mungkin hanya sampai disini saja. Bila dilanjut, pasti tak akan pernah selesai. Aku berterimakasih karena mereka telah memberi pengaruh yang luar biasa kepadaku. Banyak hal yang sangat berharga aku dapatkan. Dengan tulisan ini aku sampaikan bahwa aku besyukur mengenal kalian, sahabatku. Aku minta maaf kepada kalian semua bila ada perbuatanku yang membuat kalian kecewa. Namun bila kecewa, jangan kau benci diriku.



Terkadang, kita merasa lelah dan jengkel dalam pertemanan. Namun, siapa sangka itulah yang membuat persahabatan itu memiliki nilai keindahan yang luar biasa! 





Selasa, 15 November 2022

PENGALAMAN KKL KELOMPOK 37 (LINGKUNGAN PASAR BATU GERIGIS) DI KEC. BARUS - KAB. TAPANULI TENGAH

 PENULIS : WINNY KHODIJAH LUBIS 

IG : @winnykl 



Kuliah kerja lapangan yang sering disingkat dengan KKL merupakan salah satu kuliah lapangan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa semester 7, di Uin Syahada Padangsidimpuan. Dibagi menjadi 100 kelompok mahasiswa, yang masing-masing beranggotakan 13-14 orang perkelompok. Ada dua pilihan tempat yang disediakan pihak kampus untuk melaksanakan kegiatan ini. Yakni, Tapanuli Tengah dan Labuhan Batu Selatan. Selama menjadi peserta KKL, kami terpilih dari pihak LPPM Uin Syahada berada di kelompok 37 yang ditempatkan di Lingkungan Pasar Batu Gerigis, Kec. Barus Kab. Tapanuli Tengah. Dan kelompok kami terdiri dari 13 orang. KKL yang kami laksanakan kurang lebih 40 hari, terhitung mulai dari tanggal 15 Juli 2022 sampai 31 Agustus 2022.

Dua hari sebelum melakukan program kerja yang kami siapkan jauh-jauh hari, kami terlebih dahulu melakukan briefing dengan dosen pembimbing lapangan (DPL). DPL kelompok kami yakni, bapak Dr. H. Abdul Sattar Daulay M.Ag. Kami berdiskusi dengan tujuan apa saja yang akan kami persiapkan dalam proses kegiatan di lapangan. Baik perolehan data dan pengolahan data yang diperlukan sebagai bahan laporan akhir KKL nantinya.


                               

Senang sekali rasanya mendapat kesempatan KKL di Barus. Barus termasuk salah satu kota tertua di Indonesia. Hal itu juga yang menjadi titik nol penyebaran Islam di Nusantara. Oleh karena itu, Barus juga dikenal dengan alamnya yang indah dan masyarakatnya yang ramah tamah. 


Salah satu program kerja yang kami lakukan yaitu mengajar di MIS NU yang ada di Barus. Memang tak semua dari kelompok kami merupakan berasal dari fakultas keguruan, namun tak menutup kemungkinan dari fakultas yang lain juga bisa mengajar. 

Bapak kepala madrasah dan guru-guru yang mengajar di sana, sangat welcome menyambut kami untuk dapat melaksanakan program kerja yang kami siapkan di madrasah mereka. Tak kalah antusiasnya dengan tenaga pendidik, murid-murid juga senang dan bahagia dengan kedatangan kami ke madrasah mereka sehingga membuat mereka semakin semangat belajar.


Hal bahagia juga saya rasakan menjadi bagian dari mengikuti kegiatan kemerdekaan Indonesia disana. Foto pertama saya menjadi suporter permainan bola volli antar SMA. Dan foto kedua menjadi suporter permainan sepak bola antar SD yang dimana MIS NU mendapat juara 3 sekecamatan Barus.


 


Dua photo diatas merupakan kenangan saya bersama teman sekelompok ketika kami menikmati indahnya pemandangan kota Barus dari Makam Papan Tinggi. Dimana Makam Papan Tinggi yang sering dikenal dengan Tangga 1000 merupakan komplek pemakaman tua sejarah Islam yang terletak di atas bukit. Tepatnya, di daerah desa Penanggahan, Kec. Barus Utara, Kab.Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara. 


Selama KKL, ada juga kegiatan Safari KKL yang diadakan pihak kampus di lapangan merdeka Kota Barus. Kegiatan ini banyak menampilkan aksi dan penampilan dari setiap masing-masing kelompok peserta KKL yang ada di Barus. Namun, kelompok kami tak menampilkan apapun. Tapi kami telah menyiapkan sholawat apabila kelompok kami tiba-tiba dipanggil. Walau tak tampil, kami tak berkecil hati. Hahaha.


Ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Tibalah kami berkumpul dengan bapak dan ibu kepling Pasar Batu Gerigis. Yang sudah kami anggap seperti orangua kami sendiri selama kami disana. Dimana mereka telah menyambut kami mulai dari awal kedatangan kami di kota Barus sampai kami kembali ke Padangsidimpuan. Pada hari perpisahan itu, mereka berdua telah bersusah payah menjamu kami dengan berbagai hidangan yang sangat lezat sekali. Pak, Buk, Terimakasih. Semoga mereka membaca tulisan saya ini. hehe.




Photo ini diambil ketika malam sebelum keberangkatan kami kembali pulang. Sengaja kami pergi ke pasar kecil yang dekat dari posko kami untuk membeli satu barang yang dijadikan sebagai kenang-kenangan. Kami menemukan baju tidur unik yang cantik. Walau motif sama, namun warna yang berbeda. Baju tidur ini kami jadikan sebagai memories, karena kami yang 10 perempuan, telah tidur bersama selama 40 hari. Di kamar yang ala kadarnya.



The last picture, kenangan bersama Ibu lurah kelurahan Pasar Batu Gerigis, yang cantik dan baik hati. Photo ini diambil beberapa jam sebelum berangkat pulang ke Padangsidimpuan. Beliau ingin melihat kami sebelum pergi, katanya. Ada banyak kenangan yang kami lalui di Barus bersama beliau. Beliau juga sudah kami anggap seperti orangtua kami. Terimakasih Ibu, telah memberikan hal baik serta berbagi banyak ilmu kepada kami. Yang paling penting, Ibu telah membantu laporan akhir KKL kami yang Alhamdulillahirobbilalamiin, Nilainya memuaskan. 

Ada banyak pengalaman-pengalaman lain yang saya dan teman sekelompok lalui selama di Barus. Namun, jika dijabarkan mungkin tak akan selesai. Perlu teman-teman tahu bahwa biarkanlah yang lalu menjadi pengalaman dan kenangan, karena masa depan telah menanti dari perjuangan dan kemantapan diri.

Yang indah hanya sementara. Namun yang abadi tetaplah kenangan. Ada banyak permasalahan, terutama di kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, jangan pernah tinggalkan kesempatan dan ikut andillah di dalamnya. Melalui KKL, banyak sekali pelajaran yang saya dapat. Jadilah pemuda yang kreatif dan inovatif!

Jejak Kehangatan Sialagundi, Sipirok: Kisah Kenangan dari Praktek Lapangan Persekolahan (PLP)

Jejak Kehangatan Sialagundi, Sipirok: Kisah Kenangan aku selama Praktek Lapangan Persekolahan (PLP). PLP nya memanglah sudah lama. Namun, ...